Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Mei 2014


Masih banyak lagi cerita yang harus kita kisahkan, berada disitu di tempat yang kita anggap adalah pohon rejeki bersama bekerja dari awal mentari hingga redupnya sang senja sungguh indah kebersamaan itu. Namun kita harus merasakan nikmatnya perpisahan tepatnya 14 mei 2014, dua insan manusi yang harus berpamitan dari rekan2 kerja yg masi bertahan dan berpisah menjadi kelompok terpisah.Sulit memang menerima ini namun itulah penyelamatan yg baik menurutku, aku merasa aku terlepas dari kesesakan ruang yang ber AC namun terpelihara induk singa di dalamnya yang siap menerkam mangsa (maaf).

Maafkan kami teman inilah liku-liku kehidupan yang selalu aku jadikan warna warni pelangi yang harus kita tempuhi, kerinduan perpisahan semoga perpisahan ini tidak mejadikan kita saling melupakan banyak kenangan pahit manis, air mata, maupun canda tawa (semuaaa rasa nano nano hehe). Andai kita tersesat jalan, ada اَللّهَ yang selalu memberikan kita Nur Hidayah agar kita sentiasa terus berada di landasan yang betul…
Dan pastinya kita memerlukan teman yang sejati, insan yang sering
berada dipangkuan, bahu membahu di ketika waktu susah dan senang. Yang masih di dalam granpa, mencari rezeki, semoga kalian semua dilindungi اَللّهَ swt, doaku selalu menyertai kalian smua wahai sahabatkuuu.... I miss u all ^_____^



Aku masi selalu salah menilai sesuatu yang aku anggap baik dari seseorang padahal ternyata itu belum tentu baik bagiku seperti firman allah :
"Boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu amat buruk bagimu, dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu. Kamu tidak mengetahui sedangkan Allah Maha Mengetahui.” (QS. 2:216)

Sahabat Granpa
miss all

Sabtu, 12 April 2014




Haiii teman2 blogger apa kabar kalian smua????, aku pengen bercerita,,,,,,
cerita ini singkat anehhhh tapi itulah yang ingin aku ulangi, aku catat agar aku bisa mengingatnya ketika aku sudah tua nanti..... :)

Dulu saat aku masi SMA, sering terbayang2 di pikiranku jadi apakah aku kelakkk,, apakah aku bisa menjadi seperti anak2 lainnya yg bisa melanjutkan sampai tingkat perkuliahan,,,??? aku binggung , resah, dan takut semua angan2ku tak tercapai secara aku adalah anak ke-3 dari 7 bersaudara yang satu2nya punya keinginan keras, jadi apapun yang aku inginkan harus aku dapatkan,,,. Dan pada saat kelulusan SMA aku nekat mau melanjutkan studiku sampai ke jenjang S1di makassar, dengan modal nekad orang tua sempat tak merespon bukan karena kemampuanku yang kurang namun karena modal atau biaya sama sekali tidak ada, namun aku terus mendesak , merayu dan akhirnya akupun berjanji pada mereka kelak aku akan berusaha mencari biaya jika modal benar2 kurang untuk kupakai.. dan alhasil orang tuaku merespon, mengizinkan dan masi tetap untuk coba-coba saja sampai dimana kemampuan itu terbatas. Namun semester demi semester aku lalui, memang semua aku hadapi secara tidak mudah dimana aku dan ortu harus mutar otak buat membayar uang semester, uang praktek, uang buku dan terutama uang kehidupan pribadiku sehari2, tapi aku tak menyerah, aku memanfaatkan sebagian waktu kuliahku untuk bekerja di salah satu cafe "cuppa coffe" di jalan sanggir makassar, nah dari sana perjuanganku sangat berat aku rasakan dimana aku satu-satunya karyawan yang harus tinggal di dalam cafe sementara yang lain masuk jam 8 pagi pulang jam 6. Pada jam 3 subuh aku harus bangun untuk memasak, mempersiapkan bahan keperluan cafe, termasuk bahan nasi bakar, membuat nasi bakar untuk di antar ke toko2 kue langganan, mempersiapkan bahan jus di kulkas, bahan cofi, dan daging steak, dan makanan yang akan di hidangkan pada pagi hari sampai sore hari. setelah jam 06 pagi aku sudah stand by di atas motor untuk mengantar nasi bakar, lalu usai itu singgah berbelanja di pasar sentral untuk keperluan dapur, setelah pukul 07.30 pagi aku stand by untuk berkuliah atau berangkat kuliah tepatnya di jl. Rappocini raya atau kampus UIT. Namun jujur saja aku kadang gak sempat mandi atau hanya cuci kaki , tangan dan muka berhiaspun jarang kecuali kalau dosen agak telat masuknya aku masi bisa ke kos berhias dikit agar tidak terlalu kusut wajahku. Aku bekerja  kurang sebulan satu tahun jadi 11 bulan, namun akhirnya aku harus resain karena praktek teknologi sediaan farmasi adalah wajib dan jadwalnya yang mengharuskan kerja kelompok di base camp. Kebetulan orang tua ada modal sedikit dari Allah, maka akupun resain selama 6 bulan, semester pun berlalu dan aku mulai bekerja lagi di salah satu kantor di ANDI TONRO, dan sempat merosot nilai semesterku namun itu tidak jadi masalah yang terpenting aku bisa dapat terus bekerja dan kuliah asal aku tidak malas masuk kelas bagiku itu sudah menyenangkan dan alhasil akupun bekerja sampai aku mendekati semester 7, dan tiba saatnya aku menyusun skripsi akupun resain, mumpung modal sudah ada untuk tambahan uang dari ortu, akupun selesai menyusun proposal, seminar proposal, seminar hasil dan yang terakhir adalah ujian meja. Namun ujian mejaku terhambat sehingga harus pending dari agenda planningku dan lagi-lagi uang tidak cukup dari 0rtu sudah di kirim pas tapi saat di jalani ternyata ada kurangnya terpaksa aku cari kerja lagi, dan alhasil pertolongan Allah datang lagi padaku, akupun bekerja di persiden HP sebagai kasir di sana aku bekerja selama 4 bulan, aku mengumpulkan gajiku untuk menyelesaikan seminar akhirku yaitu seminar hasil dan akhirnya tepat tanggal 06/11/2013 akupun di yudisium di nobatkan sebagai SARJANA FARMASI (S,Farm). Sujud syukurku tidak henti2nya aku panjatkan pada Allah swt yang slalu memberi aku jalan dalam setiap modal nekadku untuk mengapai impianku. Dan semua perjalananku tidaklah mudah , dan melalui berbagai rintangan dan cobaan, harus membagi waktu kuliah dan bekerja, di caci maki bos , menahan lelah, menahan ngantuk, kerja tugas kuliah (bikin TP ketik manual, menghafal untuk respon dan praktek serta belajar ujian tulis maupun lisan dan lain sebagainya), berburuh waktu agar tidak telat ke kampus. Aku tak punya tempat untuk mengeluh kecuali pada Allah, dialah satu2nya saksi perjuanganku. Terimakasih AYAH dan IBUKU atas Restumu engkau menurunkan kekuatanmu ketabahanmu kepadaku memberi aku satu hal yang sangat berarti untukku, i love forever .

Saat Q meyakini mimpiku, maka sluruh alam semestapun membantuku
Add caption

by : Ea lisnawati

Selasa, 01 Oktober 2013

blogku maafkan aku sudah agak lama aku tak mengisimu dengan tulisan 10 jariku,,,, bukan aku menggabaikanmu hanya kesibukan yang mulai menguras tenagaku hingga tak ada kesempatan membuka dan bahkan untuk menengokmu,,,,, banyak sekali cerita yang ingin ku ceritakan di dalammu tapi yakinlah suatu hari engkau akan  tahu seperti apa cerita yang terpendam selama ini,,, engkau akan bersilau kembali, menemani hari-hari bercerita melukis dunia kita... miss u. :)

Rabu, 29 Mei 2013



.
Audisi yang di laksanakan di lapangan Hasanuddin Makassar di penuhi oleh adik-adik yang sangat antusias untuk mencoba mengola bakat yang mereka miliki. Sebuah program Biskuat Kreasi Semangat ini adalah sebuah kompetisi pencarian bakat perfilman untuk anak yang diselenggarakan oleh Panitia Lomba, yang berlangsung secara nasional di Indonesia (“Program diadakan oleh PT. Kraft Food Company Indonesia) dan dilaksanakan berdasarkan syarat dan ketentuanya silahkan baca di http://biskuatsemangat.com/term
******


Sempat membuat saya harus merengek sama tukang sopir pete-pete kemarin, sebabnya kenapa??
Sebabnya karena kami harus berburu formulir pagi itu, untuk anaknya bos saya yang berumur 12 tahun. Kebetulan saya mengantarkannya untuk mengikuti audisi ini, kami memang terlambat namun keterlambatan bertambah dari pak sopir yang sangat lama menunggu penumpang yang gak jelas ada dimana, hmm sempat merengek dan sedikit ngancam membuat pak sopir langsung saja nancap gas sepertinya dia takut dengan ancaman saya ( hihihi ^_^)

Akhirnya nyampe juga, disana sudah di penuhi banyak anak-anak beserta orang tua mereka. Mereka sibuk mengisi formulir, rasa bangga saya kepada adik-adik yang begitu semangatnya mengikuti audisi biskuat kreasi semangat. Suasana yang begitu ramai di penuhi calon peserta semua masi anak kecil di bawah umur 13 tahun, bahkan ada yang masi 4 tahun. Ada juga dari mereka yang gak bersama orang tuanya, anak-anak ini mengalami sedikit masalah saat mengisi formulirnya karena mereka tidak mengetahui nomor identitas orang tua (nomor KTP) sementara persyaratan formulir harus ngisi identitas orang tua, ada juga yang nekat datang tanpa alat tulis, aku yang memegang kebetulan memegang pena langsung di serbu, 'kak, pinjam polpennya dong, ada juga yang ngomong 'kak isikan formulirku kak tolong'. Dengan melihat mereka begitu semangat, aku jadi gak tegah kalau tidak membantu namun terpaksa aku mengosongkan nomor identitasnya.

Rabu, 22 Mei 2013

Selama hampir empat tahun, ini kali pertamanya my father mengunjungiku di makssar. senang memang ia, bahagia memang ia, tapi ngerinya papa tidak ngomong-ngomong dulu baru datang.

 *******

Berdering Hanphone, aku pikir alarm, karna sama bunyi ringtonya, aku lanjutkan tidur, bunyi tak kunjung usai, malas itu rasanya, ngantuk itu terasa sangat berat, meraba-raba tanganku ke samping mata sayupku melirik, papa memanggil, aku tersentak tidak biasanya aku di telpon pagi-pagi begini biasanya aku yang menelpon, lalu aku angkat secepatnya dan pura-pura menyegarkan suara agar tak ketahuan kalau masi tidur pada jam segini.

'Halo assalamu alaikum, pa' kenapa ya?'
 'Halo lisna, jemput bapak sebentar di terminal dayak ya, bapak sudah di jalan'
'Ohh ya, oe pak' sekarang sudah dimana'
'masi di toraja baru-baru cari tiket, tiba dari palu langsung sambung ke makassar'
oohh iya, jam 4 biasanya tiba disini, oke pa nanti saya jemput. jangan lupa makan di jalan ya, '
'Iya

Rabu, 15 Mei 2013

Siapa tidak bahagia jika memiliki anak/ponakan yang tersenyum manis, penuh riang dan murah senyum , tentunya sebagai orang tua kita semua memiliki kebanggan pada mereka. salah satu penyemangat tentunya bila melihat mereka tersenyum bahagia dan tidak rewel. 
Ponakan itulah salah satu inspirasi saya sebagai seorang tante tentunya hanya bisa berperan berjuang dan mengingat masa depan mereka nantinya, kalau saya tidak sukses lalu bagaimana nasib mereka sementara saya pemula dari keberhasilan masa depan mereka, maka itu demi generasi masa depan anak-anakku aku harus bisa memperjuangkan mereka,




Sejak dulu saya sangat senang dengan anak kecil, apalagi kalau melihat senyum polos mereka saya selalu berkata dalam hati, semoga anak ini terus bahagia seperti ini hingga dia dewasa pasti hati akan suci dan jauh dari kesedihan dan keperihan. Semoga saja semua ponakanku terus tersenyum indah jika kelak mereka dewasa nanti, harapanku semoga mereka mampu menjalani hidup mereka tanpa banyak mengeluh, ikhlas dan tidak manja, tentunya jadi anak  yang berbakti kepada Tuhan dan keda orang tuanya.amin .
Ponakanku ada dua orang namanya MUHAMMAT FAISAL dan MUTIARA SILAYUMI, 
Faizal adalah anak dari kakak pertamaku dan Mutiara adalah anak dari kakak kedua. Mereka adalah anak-anak yang lucu dan penuh senyum, tapi kalau faizal anaknya anak cengeng dikit apalagi kalau ada yang dia inginkan lalu tidak di kabulkan wah dia ngamuk, kalau Mutiara ciri-ciri anaknya Pendiam tapi suka banget senyum, kalau di tinggal mamanya nyuci baju dia main sendiri di kereta-keretanya, itulah hebatnya si manis ini gak cenggeng (kaya tantenya gitu hehehe). Mereka berdua manja kalau aku pulang aku suka ngajak mereka jalan-jalan naik motor, kalau gak di ajak mereka pada mewek semua. Kalau jauh begini aku hanya bisa melihat foto-foto dan vidio mereka sebagai pengobat rindu, yang sempat aku ambil waktu pulang ke kampung, ya setahun yang lalu. 
Semoga mereka cepat dewasa dan tentunya dapat pendidikan yang layak, insyah allah amin

Kamis, 09 Mei 2013

Menulis adalah salah satu hobiku. Aku dan pinki (nama laptop warna 'pink'ku) hampir setiap malam begadang hanya untuk menulis dan membaca postingan di geoogle. Beginilah hobiku, sebagai anak kos aku wajar ingin menjadi diriku sendiri, beda waktu jadi anak rumah dulu pastinya tidak ada waktu begadang untuk menulis sebab pasti papa dan mama akan melarangku tidur terlalu larut malam padahal menulis sudah menjadi hobiku sejak dari SMP. 
Dulunya aku hanya menulis kisah harianku dalam diary, masi ku ingat aku memiliki empat diari dan semua sudah penuh tulisannya, semua kisah aku luapkan dalam diariku itu baik suka maupun duka ada semua dalam buku itu. Namun karena suatu hal aku bertengkar dengan kakak dan mengambil paksa lalu membakar semua diari harianku itu, sedih rasanya dan aku berhenti menulis sejak kejadian itu, tapi dasar sudah menjadi hobi dan tangan gatal ingin terus coret-mencoret hingga sekarang jadilah kebiasaanku.

Sekarang aku bebas, saat tidak ada mata kuliahku di pagi dan siang hari aku berani ambil resiko begadang sampai pagi bersama pinki-ku, tpi kalau ada kuliahku akupun membatasi waktu begadangku paling lama sampai jam 10.30 malam saja lalu aku tidur.

Pinki selalu setia menemaniku, dan menjadi pendukung nomor satu sekarang. Dia dapat membantuku selama aku bisa berkarya menulis, sebagai tempat online, ngeblog dan mengerjakan tugas sekalian tempat menyimpan file. Kini bagiku pinki adalah segalanya, Pinki yang hebat selalu setia menemani. 

Belajar mencintai pinki, adalah yang pertama kalinya aku belajar mencintai barang milikku sendiri, waktu dulu aku sering kali lalai dalam menjaga barang-barang yang berharga untukku mulai dari sepeda yang di patahin teman, tv hadiah ulang tahun waktu masi SMP rusak , boneka pemberian teman aku kasi anak tetangga, motor yang aku pake kesekolah waktu SMA sering rusak, laptop acer 14 inci aku hilangin apalagi sempat hilangin cincin n kalung emas pembelian papa. Ya saat itu lantunan/ olokan kata 'Teledor' dari papa,mama, saudara sering menusuk telingaku, aku di bilang anak yang bodo lah apalah, tapi itu udah resiko yang harus aku terima dari mereka dan bagiku wajar. Sekarang aku sadar dan aku ingin menghargai setiap barang sekecil apapun yang aku miliki. Ya semoga berawal dari pinki aku bisa lebih menjaga barang-barangku untuk kedepannya , amin.

Selasa, 07 Mei 2013

Rasa malas itulah yang menguasaiku akhir-akhir ini, subuh kemarin aku terbangun dan antara sadar dan tidak sadar ternyata suara adzan subuh sudah terdengar. Dengan malasnya aku memaksa diri bangkit dari pulau empukku membuka agenda merencanakan aktivitas , menyusun semua jadwal untuk hari itu, seusai sholat subuh aku mempersiapkan bajuku untuk aku gunakan hari itu, ternyata rasa ngantuk yang tidak tertahankan , akupun coba baring dan ternyata tanpa sadar aku tertidur hingga terbanggun tepat jam 9.00 pagi.

Wooww... aku kaget, akhirnya jadwal pertama gagal yaitu mengambilkan deposit kakakku yang di kampung, juga memperbaiki susunan draf dan memprinnya segera ini semua sudah melenceng dari jam yang sudah aku atur dari semalam.

Dengan tergesa-gesa aku segera membuka laptopku untuk meperbaiki hasil koreksian pembimbingku kemarin , dan akhirnya ya selesai juga dan segera memprinnya, seusai memprinnya aku melirik jam ternyata sudah menunjukkan jam 11.00, dengan lesu aku bangkit segera mandi dan seusai mandi timbullah dalam pikiranku untuk menunda semua kegiatanku karena aku merasakan badanku mengigil dan lesu, namun jika tidak aku selesaikan hari ini bagaimana aku bisa cepat selesai dan naik level selanjutnya,?. Akupun memaksakan bangkit dari rasa malasku dan berusaha semangat dalam kondisi yang begitu lemah. Aku menelpon pembimbing utamaku dan beliau menyuruhku datang di kantornya, ya walau lumayan jauh akupun bergegas siap meluncur kesana, wahh ternyata hari itu panasnya sangat menyengat, aku rasa naik motor lebih baik tapi aku harus merepotkan temanku yang akan mengantarkanku kesana , aku berpikir dua kali untuk itu aku memutuskan untuk berangkat sendiri berhubung aku gak suka merepotkan orang lain akhirnya aku naik angkot, di bawah terik matahari aku menunggu angkot hampir setengah jam dikarenakan perbaikan selokan di pinggir jalam menyulitkanku untuk menahan angkot (pete-pete) , bukan tak ada tapi kesulitan angkot menuju pinggiran juga karena banyak kendaraan yang berdesak-desakan sebab jalanan begitu sempit akibat galian loging di pinggir jalan, ahh rupanya hari itu aku harus bertahan di bawah terik matahari yang sangat menusuk di kepala. setelah setengah jam menunngu akhinya legah juga kini aku sudah berada di atas pee-pete walau macet dan panas aku gak boleh mengeluh, satu jam dalam perjalanan membuatku hampir sangat lelah dan pusing, apalagi perut yang dalam kondisi kosong, setiba di kantor pembimbng aku sempat di tegur karena terlalu lama, aku memang terlambat tapi bukan unsur kesengajaan, nah usai sudah ketemu pembimbing utama sekarang ketemu pembimbing pertama, yah aku telpon tapi gak di angkat, aku sms dan tidak di balas, aku harus bertemu dengan pembimbing pertamaku ini karena sudah dua kali aku memeriksa pada pembimbing yang lain namun pada bapak ini sama sekali belum pernah. Aku menanyakan pada temanku yang katanya dia mau kerumah pembimbingku ini berhubung pembimbing kami sama, aku ingin ikut, tapi ohh ternyata dia sudah bersama temannya, ahh sudahlah aku harus ke kampus dulu.

Karena waktu yang begitu singkat aku terpaksa harus jalan pintas menuju kampus, aku mencoba berjalan kaki seperti dulu saat semester pertama saat itu masi numpang di rumah om, sekitar sekilo, sebenarnya aku bisa naik becak tapi akan makan ongkos mahal sementara uang di tangan hanya pas-pasan, karena naik angkot terlalu mutar-mutar jadi jauh sementara pembimbing dua sedang berada di kampus dan harus tepat waktu kalau mau bertemu beliau, katanya ada seminar jadi beliau akan hadir, nah target harus tepat waktu kalau tidak kapan lagi beliau akan ada, setelah aku sampai di kampus ternyata oh ternyata pembimbingku ini tidak datang, ahh lagi-lagi aku pusing, aku coba menelponnya lagi dan ternyata beliau ada di palopo, ahh kenapa tadi bilang akan datang menghadiri seminar, aku sabar sajalah, berhubung aku masi capek ku coba dulu mengisi perut.

Aku menuju kantin dan aku bertemu teman di jalan dia menyapaku dan berkata "kamu cari pembimbing pertamamu , beliau ada di ruangan dosen ", aku senang dam hampir jinkrak-jinkrak saking senangnya karena gak ketemu pembimbing kedua namun pembimbing pertama datang heheh.., dan aku menunda ke kantin langsung segera mencari beliau karena aku harus bertemu agar aku tak mencarinya ke rumahnya yang sangat jauh, aku melihat beliau di dalam ruangan dan senangnya akhirnya pembimbing yang paling susah aku temui ini sekarang di depan mataku, aku harus antri dan agak lamu juga, sesekali aku mengeluh karena sangat lapar dan rasa loyo yang tak terbendung lagi, akhirnya tiba giliranku, aku hanya meyodorkan dan beliau pun meminta agar aku mengambil drafku usai di periksa karena beliau akan membacanya di rumah, ya alhamdulillah asal jangan terlalau lama ya pak hehehe,,,

akhirnya aku senang dan legah walau tadi sempat ingn menunda semuanya namun akhirnya rasa malas itupun bisa aku kendalikan, akupun menuju kantin, hampir saja aku tepar karena belum makan dari pagi.

Usai makan kok rasanya bukan segar malah tambah loyo, dan panas dingin, akupun pulang di kos, aku baring-baring dan tertidur hingga terbangun tengah malam rupanya aku sangat kecapean, karena sejak seminggu ini perjalananku hanya mondar-mandir seperti ini, mencari alamat-alamat pembimbing, semuanya membuat tenaga terkuras, belum lagi aktivitas malam untuk mengetik semua draf skripsiku, tapi demi masa depan aku harus kuat dan ini belum seberapa, hingga hari ini aku masi terbaring bukan niat bermalas-malasan tapi aku memang benar-benar drop alias tepar, mudah-mudahan besok kondisi semakin baik untuk melanjutkan aktifitas lagi. amin.

Minggu, 05 Mei 2013




          Rasa Cinta yang seketika datang, setelah penantian panjangku saat mengakhiri kisah dengan seorang mantanku dulu, akan ada peperangan hati yang terjadi  lagi dan lagi . Benar kali ini bukan peperangan antara hati dan pikiranku saja, namun lebih dari itu , ini peperangan antara 3 hati, aku, kamu dan dia.....

Sabtu, 04 Mei 2013



Sahabat kau adalah inspirasi bagiku
saat kemarin kita berjumpa
kau mulai Datang membawa dirimu lebih dekat denganku
sebelum aq mengenalmu
aku hanya cuek dan acuh tk acuh
hingga kau terus mendekat dn mendekat seolah tk mw menyerah
setelah q mulai mengenal dn mengenalimu lebih jauh ternyata engkau orang yg berbeda
kau mampu membuat suasana sepi menjadi ramai, kau adalah sosok pekerja yg keras, mampu menjalankan semua pekerjaan tanpa ada kata lelah dan menyerah
Darimu Q mulai mengerti arti perjuangan sebagai anak perantau, kau mampu mengatasi smua sulitnya jalani hidup di kota ini
Namun hari ini kau membawa suasana menjadi bendung,, seperti langit yg  d penuhi awaan kelabu
mengapa secepat ini pertemuan kita setelah Q belum sempat bercanda ria sprti hari2 kemarin di tempat itu,,
namun q coba mengiklaskan kepergianmu
karna aku tau keputusan ini adalah keputusan yg sudah engkau rencanakan matang2, demi masa depanmu engkau pergi dan pindah di tempat kerja yg lain. aq dsni hanya bisa berdoa untukmu semoga kelak sukses itu akan km raih bersama orang2 yg km cintai,,,

selamat jln sahabatku yg terbaik jgn pernah putuskan komunikasi kt,, walau jauh dn dmn pun kamu berada saat ini.
posting khusus buat Sahabatku JAMALO

Selasa, 30 April 2013

Ia mengenggam tangannya di bawah remang-remang cahaya pelita Rianni terus menatap jalanan dari balik jendela kamarnya, mengaharapkan akan ada cahaya senter atau obar yang akan terlihat di jalan itu, ya sudah pukul 22.00 ayah Rianna tak kunjung pulang ke rumah, hati Rianna yang kian gelisah tak dapat menahan hasrat untuk menyusul ayahnya ke ladang. Walau ini tengah malam Rianna sudah nekat untuk mencari ayahandanya. Rumah yang sepi dan terletak agak jauh dari para tetangganya membuat suasana rumah itu seolah tak berpenghuni. Mereka hanya hidup berdua, ayah dan anak. Karena ibu Rianna sudah lama meninggal karena tertindis pohon saat pertama mengarap hutan untuk di jadikan ladang/ kebun pada saat itu Rianna masi sangat kecil.

Sang ayah membesarkan Rianna sendiri selama 7 tahun, tepat Rianna berumur 2 tahun ibunda Rianna telah menghadap sang khalik. Kini usia Rianna sudah berjalan 9 Tahun, ia duduk di kelas 3 SD inpres pakareme. Rianna adalah anak yang sangat rajin sekaligus cerdas di sekolahnya. Hanya saja faktor ekonomi membuat Rianna harus turut berperan membantu sang ayah di ladang sepulang sekolah. Dengan sebuah obor di tangannya Rianna mulai menuruni anak tangga rumahnya, ia akan pergi menyusul ayahnya di ladang, meski di tengah malam rianna tak peduli lagi, ia buang semua rasa takutnya, yang tersisa adalah rasa gelisahbercampur cemas , apa yang tejadi pada ayah ? pertanyaan itulah yang terus memburu di hatinya, di sepanjang perjalanan rianna harus melewati sungai yang tidak terlalu besar namun sungai itu pernah menelan korban yang sedang terhadang banjir, karena sungai itu sangat meluap saat banjir di musim hujan berbagai titik pertemuan sungai semua menyatu di sungai itu . Sepanjang perjalana Rianna banyak mendengar suara-suara burung dan suara aneh lainnya, suara khas ketika berada di hutan berantara, namun rianna tak perduli rianna terus berjalan sampil menyebut-nyebut ayahnya dalam hati,berusaha membuang rasa takut karena tak sabat bertemu dan melihat keadaan ayahandanya. Setiba di gubuk Rianna memanggil-manggil ayahnya,' ayah,,, ayahh,, ayah,,,' namun suara balasan dari ayah tak juga terdengar suara Rianna kini gemetar memanggil ayahnya, ia sangat khawatir akan keadaanya ayahnya yang tak dia temukan di gubuk ladang. hatinya amat sedih, takut sekali akan sesuatu terjadi pada ayahnya, 'ya allah dimana ayahku sekarang berada, riana mulai mengusap air matanya yang tak terbendung lagi meski ia berusaha tegar namun tangis itu sudah meledak, ia terus mencari-cari hingga ke tengah ladang mengikuti semua jejak pangkasan dari pohon kakao ayahnya siang tadi, nampak daun-daun itu masi segar pertanda baik bahwa ayahnya masi bekerja siang tadi. Sudah sejam Rianna mencari-cari ayahnya namun tak kejnung ia temukan terpaksa Rianna memutuskan untuk pulang ke rumah, meski pencariannya malam ini gagal namun ia berharap esok hari ia dapat bertemu ayahnya dengan keadaan sehat. Di tengah perjalanan Rianna di kejutkan oleh suara aneh , suara itu berasal dari tempat yang sangat gelap, Rianna sangat ketakutan dan hendak berlari, namun ia penasaran ,lalu mutuskan mendekati sumber suara itu dan akhirnya dia di kejutkan oleh si momo anak anjing yang selalu bersama ayahnya di ladang, momo adalah anjing ayahnya yang baru-baru di berikan dari tetangga , momo ternyata tengah mengogongi se ekor kura-kura yang mencari makan di tengah hutan itu.

Rianna mengendong hendak membawa pulang si momo , namun di tengah jalan momo sangat rewel dan pas di tengah sungai momo hendak meloncat dari pelukan Rianna akhirnya obor di tangan Rianna pun jatuh terlempar akibat momo yang tak mau diam. Rianna terus melanjutkan perjalananya tanpa obor artinya ia hanya mengandalkan mata kaki untuk melangkah, meski kasarnya rumput-rumput berdri ia terus melanjutkan langkahnya pulang. Menddekati perkampungan ia hendak menuju rumah tetangga ingin menanyakan ayahnya namun pintu-pintu rumah tetagga itu sudah tertutup tak mungkin ia menganggu peristirahat mereka. Setiba di rumah, Rianna melangkah menaiki anak tangga dengan langka yang gonta dan membuka pintu perlahan-lahan dan ia di kejutkan suara yang memangglnya " Rianna ,,, kamu dari mana anakku ,, dari tadi ayah mencarimu, ' Rianna sangat kaget dan senang karena suara itu suara ayahnya, bagaikan mimpi bagi rianna ternyata ayahnya baik-baik saja. ' ayah kenapa pulangnya terlmbat ayah, ? aku baru saja mencari ayah di ladang namun ayah tak disana, kata Rianna.  Maafkan ayah Rianna ayah tengah mencari ikan di sungai Bose,sudah lama kita tidak makan ikan anakku ayah mencarikan ikan untukmu karena kita tak punya uang untuk membelinya, Kata ayah . Merasa seperti itu Rianna langsung memeluk ayahnya, ternyata ayahnya sangat menyayangi nya. Tapi ayah kenapa harus selarut ini ?, sekali lagi maafkan ayah tadi ayah nyasar di hutan karena gelap dan senter ayah pun sudah tak bisa di nyalakan lagi, kata ayah sambil memeluk anaknya dan ayah Rianna merasa bersalah juga karena telah membuat anaknya kawatir. baiklah ayah mana ikan yang ayah dapat, kata Rianna, dan ayahnya pun menunjukkan sebuah gantungan ikan dan beberapa udang.

Semenjak kejadian itu, rianna sepulang dari sekolahnya selalu ikut membantu ke ladang , ini agar ia tak terpisahkan dengan Ayahnya, meski harus berlarut-larut asal ia dapat bersama ayahnya terus. pada suatu hari terjadi hujan yang sangat deras sang ayah masi di ladang sementara rianna tak dapat menemani ayahnya di ladang karena hujan deras iapun harus menunggu redah namun hingga menjelang tengah malam hujanpun tak berhenti, lalu ia tertidur sambil membayangkan Ayahnya yang berada di gubuk ladang mereka.

Ke esok harinya Rianna mendapat kabar bahwa ayahnya semalam bersama tetangganya hendak pulang namun tetangga itu tak mau melanjutkan perjalanannya menyusuri sungai karena sungai itu airnya semakin besar, ketika itu Rianna bersama tetangganya pergi mencari Ayahnya dan alhasil sang Ayah tak di temuka di ladang, dengan sedih bercampur duka Rianna dan warga lainnya menelusuri semua hutan dan sungai, dan akhirnya ayah Rianna di temukan oleh salah satu warga kampung sebelah terlentang di bawah sederetan tumpukan kayu yang terbawa air sunggai saat banjir, alangkah sakit hati dan berdukanya Rianna ketika melihat sang Ayah tercinta kini terbaring kaku di depan matanya, semua warga berduyun-duyun melihat almarhum dan rianna pun hanya bisa menanggis. Setelah kejadian itu rianna tak lagi terlihat ceria, ia sangat pendiam , pemurung dan juga seperti sangat terpukul.

" Hanya Rianna Yang Sangup, kutipan ini di ambil dari kisah anak tetangga di kampung
 anak yang sekarang di tinggalkan oeh kedua orang tuanya,

Note : "Segala sesuatu yang terjadi di dunia, sudah menjadi garisan Ilahi, kita tak pernah tahu kapan dan dimana kita akan meninggalkan dan di tinggalkan oleh orang-orang tercinta , maka dari itu kita Dianjurkan memperdalam kajian ilmu agama, karena dengan iman kita dapat menerima kenyataan, karna kita percaya  di balik semua itu Allah memiliki Rahasia yang Indah".

Kamis, 25 April 2013



      Dolo dan Dudo adalah dua anak kelinci yang selalu tak ingin pisah dari ayahnya, mereka sangat manja semenjak ibu mereka pergi meninggalkan kedua anaknya ini. Kedua kelinci bersaudara ini berselisih umur 2 tahun. Dolo 2 tahun lebih tua dari adiknya Dudo, saat itu usia Dolo  hampir 5 tahun sedangkan adiknya

Rabu, 24 April 2013



Bulanku,,,
Apa kabarmu disana, apa yang sedang engkau lakukan
Bulanku ,,
Tahukah kamu, baru kemarin aku menemukan cahaya itu
Cahaya darimu, cahaya yang memberi  warna berbeda,
 cahaya yang dapat membuat hati tenang,
cahaya yang setia menemani
Bulanku,,
Jangan pernah redup sinarmu
Sinarilah setiap malam sepiku, walau engkau jauh disana
Takkan  lelah aku memandangmu, jadilah teman candaku
Bulanku,,
setiap memandangmu aku selalu  tersenyum
selalu rindu, dan ingin mengapaimu  dari kejauhan
jangan lah hilang sinarmu saat aku membutuhkanmu, 
untuk bulanku jadilah penenang hati kala sepiku.



 postingan ini buat someone yg jauh disana

Rabb, jangan pernah tinggalkan hamba
Rabb, hambamu ini tak bisa lagi merasakan hangatnya mentari
Dan dinginnnya malam bila engkau tak disisiku
Rabb, apa yang akan aku lakukan dengan semua rasa ini
Bila bukan engkau yang meredamkannya di saat membara
Apa jadinya aku ini bila keputus asaan merasuk jiwa
Tiada daya dan upaya selain

Sabtu, 20 April 2013

Sebuah Kertas Masa Depan Kami

Siapapun pasti akan resah, kecewa,bosan dan putus asa
Setiap kegagalan berulang-ulang
Hal yang berharga seakan tak ingin jatuh dalam genggaman
yaaa,,, pasti kesedihan meliputi tapi untuk sebuah kertas ini
Adalah penentu  masa depan kami
Kami sangat menghargainya
Kami sangat menjaganya
Dan sangat memperjuangkannya
Inilah sebuah kertas masa depan kami
Kertas yang kami kejar selama empat Tahun di Universitas
Sebuah kertas penentu masa depan kami
Yang sangat susah untuk kami raih 
Susah kami perjuangkan
Walau gagal dan gagal
Kami tak ingin menyerah
Kami tak ingin berputus asa
Meski keluh kesah slalu terucap dari bibir kami
walau terus tertulis balasan cari yang lain (judul)
Kami akan menuruti itu semua karna itulah sebuah kertas masa depan kami
kami tak ingin mengecewakan orang tua kami
Tak ingin melihat kesedihan di raut wajah yang menyayangi kami
Teman,,, mari kita semangattt, semamgat berjuang
Biarlah kaki lelah melangkah menapaki anak tangga berulang-ulang
Biarlah kita merasa sakit dalam seminggu dua minggu
Biarlah kita drop dalam semalam dua malam
Hingga kita dapat meraih kertas itu

Hingga tertulis ACC
^____^
 

 
Q persembahkan untuk semua rekan2q angkatan 09 Farmasi UIT yg konsul judul supaya slalu sabar n semangat gk ada kesuksesan di raih dengan kemudahan, dan takkan lama sesuatu yg mudah itu di raih,,



Suasana saat antri menunggu Hasil pemeriksaan Judul




Warung blogger