Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Mei 2014

Aku


Aku kini mulai bangkit
Dari lemahku....
Dari rapuhku....
Menjejak lebih kuat dari hari kemarin

Berdiri lebih tegap menantang hari esok
Berjalan dengan pasti tanpa gundah
Tak lagi peduli dengan apa disampingku
Tak lagi hiraukan semua bisik-bisik sayu
Yang terus berusaha menjatuhkan

 Lihatlah diriku kini sudah dewasa
Menjalani hidupku......
masalahku.... 
Dan sepiku.....

Tak lagi cengeng seperti dulu
Tak lagi pasrah pada kelemahan

Aku kini berjuang untuk diriku
Untuk mimpiku karena akulah sang pemimpi
Apapun hasilnya itulah anugerah untukku

Aku bersyukur
Tuhan slalu mengujiku
Dengan cinta dan sayang-Nya......



~ Oleh : Ea Lisnawati ~

 

Kamis, 15 Mei 2014

Ku usapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
Terlihat ketakutan kehilangan sesuatu dalam diri
Hai sahabatku nafasmu telah mengalir dalam nafasku izinkan aku membelai rambutmu,
Memberi sedikit ketenangan dari pilu rindumu
Aku tau senyum manis merapuh
Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
Telah terpatri janji pada dalamnya nurani
Akan ikut menyatu dalam kegalauan kasih dalam derita
Meski kekuatan malam hendak menerkam, aku tak peduli, mari ku rangkul kau dalam hangatnya dekapan Merapat merasa dan terdiam dalam ketenangan

Oleh : Ea lisnawati (Rindu merindu)


 Sahabat di Granpa

Selasa, 08 April 2014

Di malam yang kian hening ini

Di tengah dingin kian menusuk kulit

Membuat hati tak bisa bergeming

Menghadapi cobaan yang kian membelit

Tetes-tetes hujan yang bernyanyi 

Menemani di tengah malam yang sunyi

Di kegelapan yang kian sepi

Ku ingin teteskan air mata

Menghadapi kesedihan yang terus menerpa

Tapi kupercaya

Dialah satu-satunya yang Maha Kuasa

Yang bisa menentramkan jiwa

Menenangkan hati yang berduka membuat aku tak ragu

Dialah satu-satunya yang Maha Tahu

Selalu menjaga dan tak pernah tertidur

Melindungi hamba-hamba-Nya yang bersyukur.

الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن ya اَللّهَ

Selasa, 28 Januari 2014

Aku.................
Hanyalah secuil kisah untukmu
Sepotong kenangan
Semisal setetes rintik
Hinggap di bahu
Tersentak lalu tertepiskan

           Kau...........
           Adalah seumpama kertas
           Yang selalu ingin ku ukir
           Tentang sebuah harapan
           Tapi..........
           Aku tau
           Kau terlampau lelah bersamaku
           Lalu raib, hilang............

Dan KITA.............
Pernah menjadi setengah kisah dramatis
Mengabadikan cinta dalam hitungan detik
Diam, membisu lalu terbang.............


Dan KITA...........................
Pernah membungkus janji pada senja
Mengukir nama kita sepanjang angin berhembus
Namun tidak ada kamu, senja membuatku merasa di timbun kenangan
Senja berduka.......sang pemuja telah memilih pergi
dan tak mungkin kembali...............
Senja di pantai losari
BY : EA LISNAWATI







Jumat, 24 Januari 2014

Yang didarat senang memainkan ombak
Menyusuri ombak demi ombak berdeburan lembut di pantai
Kondisi cuaca yang menyingkapkan harapan dan pengharapan
Bersama sinar sunlight yang menyingkap petang

Mereka yang berdiri memainkan selancar
Mengarungi ombak demi ombak
Pada pandangan yang ada
kemampuan ombak memecah
Perasaan campuk aduk antara tertarik dan takut

Akankah guncangan yang kuat dan mengejutkan
pada pertemuan ombak tak terduga
membuat selancar hilang, mengapung
Ataukah bertahan 

Akankah kesenangan belaka
Seolah-olah sebuah jendela telah terbuka
Kedunia yang tak terbayangkan....
Ombak nampak melupakan kenyataan ini
Ketika membuat keputusan
Ombak tak berwujud, seperti kekuasaan tak terbatas
 

Nelayan, pelaut dan beberapa kisah sedih
Dimainkan seolah menjadi teman lama
Ombak demi ombak adalah
Sebuah rumah simpang siur tak terhenti

Serupa dengan hidup tak ada yang dapat merubah takdir
Tak ada yang dapat menghentikan masalah
Selain pada Tuhan yang agung.





By : EA LISNAWATI








hujan mengitari alam yang hijau
Tik..tik..tik...
Bunyi hujan ibarat nada nyanyian
Bunyinya bergelombang
Seiring angin yang berlalu lalang di udara
Dahan-dahan bergoyang menyambut gemuruh
Kebun, pohon, dan genting, semua basah...

Tik..tik..tik...
Bunyi hujan adalah kesempurnaan cinta
Dalam hidup ada hujan, ada basah, ada air
Ada kesempurnaan.....

Tik..tik..tik...
bunyi hujan
Hujan tak pernah salah
Tanah longsor bukan salah hujan
Banjir melanda bukan salah hujan
Padi terendam lalu mati bukan salah hujan
Hujan adalah berkah....

Syukuri hujan dalam setiap langkah
melangkah dan terhalang hujan
Jangan salahkan hujan
Tapi berusaha bagaimana cara menagani hujan

Hujan adalah hukum alam
Bersyukurlah memiliki hujan
Memiliki tanah indonesia
Memiliki alam hijau
Memiliki iklim tropis

Hujan...hujan...turunlah....
Aku bersyukur setiap tetesmu
Dapat menghidupi berjuta isi alam





BY : EA LISNAWATI


















































































































































































Selasa, 21 Januari 2014

Masih terasa sisa-sisa luka 
terus membekas menyayat-nyayat hati
Dari hari ke hari
Aku diam dan terus diam
Saat aku terbangun aku sendiri
Tanpa Kau Menyapa lagi

Aku tak tau mengapa engkau berubah
Mengapa seketika engkau lenyap dalam pandanganku
Padahal cintaku telah aku rasa begitu indah bersamamu
Aku terlukaa......

Kau buat semua begitu indah
Hingga Aku harus terjatuh begitu dalam
Saat kau pergi jauh meninggalkan cinta
Aku sakittt.....

Tahukah kamu, Aku sangat ingin terus bersama
Aku ingin merasakan suka dan duka bersama
aku ingin mengisi hari-hariku bersama
Itulah keinginan yang besar untukmu

Tahukah kamu, mengapa aku diam
Karena aku tau kamu begitu keras, kamu ego tapi aku mencintaimu
Aku tau kamu butuh diriku tapi kamu tak mampu mencintaiku
Namun aku harus pasrah bahwa Sang
Khaliklah penentu sgala-galanya.............













BY : EA LISNAWATI S,Farms

Minggu, 18 Agustus 2013

Cinta...........
Setiap saat bisa melukai hati....
Setiap saat bisa melara jiwa....
Setiap saat bisa indah.......
Setiap saat bisa pergi.....

Suka duka kadang ada
Setiap manusia akan melewati semua
Setiap persoalan pasti melintas
Kehidupan tidak lah kekal

Jiwa merintih ketika pergi
Hati menangis ketika hilang
Sebab cinta bukanlah air
Yang bisa kering di musim kemarau
Tapi cinta adalah rasa, rasa yang abadi
Yang akan terus membekas

Maafkan aku
Bukanlah niat hati
Tuk menyakiti dan mengecewakanmu
Namun, ku harap kau mengerti
Kadang aku khilaf melukai perasaanmu.......

Maafkan atas pertengkaran kita.....


BY :Ea lisnawati





Rabu, 05 Juni 2013


Pandanglah malam ini
Sebab beginilah dan inilah hidup
Jangan menyesal
Dalam jangkanya yang singkat ini
Terletak semua kenyataan dan kebenaran

Kebahagiaan dalam perjalananmu
Kedukaan dalam perjalananmu
Kemuliaan dalam perbuatanmu
dan kemegahan dalam karyamu

Sebab kemarin hanyalah mimpi
dan hari esok hanyalah bayangan
Kenyataan yang sesungguhnya adalah hari ini
yang menjadikan hari kemarin adalah mimpi yang bahagia

Jam 23.59 batas antara hari kemarin dan hari esok
Berpisahnya waktu menjadi mimpi indah dan bayangan yang berpengharapan
inilah detik- detik hidup yang benar-benar hidup

Semaikanlah hari esokmu dengan harapan yang indah
Penuhi waktumu dengan kenangan manis
Sambutlah dengan senyum tiap detik-detik hidup
Inilah Salam kepada Mentari......




By : 

Ea Lisnawati

Puisi sederhana ini sengaja ku cipta karena mengenang masa kecilku saat bersama almarhum nenek di toraja, dikala pagi-pagi buta aku duduk di teras sambil memakai selimut dan memandang mentari yang muncul tepat di depan mataku. semua masi teras hangat di ingatanku. :)

Referensi image :http://warihfirdausi.blogspot.com/2011_01_01_archive.html












Bismillaahirrahmaanirrahiim..


Ya Allahku, Ya Rabb_ku

Sekiranya Engkau kirimkan dia yang selalu membawa kebaikan, ketentraman

untuk jiwaku, agamaku, kehidupanku juga akhiratku kelak

Sekiranya Engkau kirimkan dia yang sehati, serasa, dan berjiwa mulia

Agar selamanya kami selalu berjamaah untuk menuju_Mu kelak

Ya Allah Ya Rabb_ku

Kuatkanlah hati kami, tegarkanlah hati kami dan bimbinglah hati kami menuju Ridho_Mu

Penuhi hari-hari kami dengan kasih_Mu

Rendahkanlah tutur sapa kami dalam menjalin silatuhrahimah

Sesungguhnya padaMu tempat yang layak kutitipkan harapan ini.


Amiin

Rabu, 29 Mei 2013





Di antara dederetan roda-roda berputar
Engkau berlalu lalang berbekal setumpuk harapan
Menanti datangnya sang jiwa suci
Hendak berbagi se ikhlas hati
Menatap jarak yang tak kunjung usai
Kau berdiri di bawa sinar memancar api
Terbinar mata telah hilang semangat
Jiwa mudah yang tak bergejolak
Apakah rasa telah sirna
Apakah sebab jiwamu mati
Aku yang sekilas berarah padamu
Menjiwai rasa hati
Pilu rasa kian menderu
Kau adalah mereka, kau adalah kami
Namun sang penguasa telah menelantarkanmu
Sang penguasa telah merampas hakmu
Membiarkanmu hidup di antara bisingan roda-roda itu
Oh Tuhan, tak ada tempat kami mengadu selain dari padaMu
Angkatlah derajat saudara-saudara kami
Agar mereka tak lagi bersua dengan roda-roda melaju
dan berdiri di bawa sinar memancar api








Warung blogger