Kamis, 25 April 2013



      Dolo dan Dudo adalah dua anak kelinci yang selalu tak ingin pisah dari ayahnya, mereka sangat manja semenjak ibu mereka pergi meninggalkan kedua anaknya ini. Kedua kelinci bersaudara ini berselisih umur 2 tahun. Dolo 2 tahun lebih tua dari adiknya Dudo, saat itu usia Dolo  hampir 5 tahun sedangkan adiknya
berusia  hampir 3 tahun lebih, Dolo sebagai seorang kakak selalu di  beri kepercayaan dari ayahnya untuk menjaga adiknya Dudo  ketika sang ayah hendak pergi bekerja ke ladang.  Sang ayah sangat menyayangi ke dua anaknya, karena kedua anaknya ini sangatlah manja kepada ayahnya, terkadang mereka bertengkar hanya karena berebutan duduk di pangkuan sang ayah.
       Pernah suatu hari sang ayah hendak mengajak kedua anaknya bertanam buah-buahan di ladang, maksud sang ayah sangatlah baik agar kelak anaknya dapat menikmati buah hasil tanaman mereka sendiri. Dolo dan Dudo sama-sama menanam buah jeruk bali, “ Dolo ini ada biji buah jeruk pergilah tanam di dekat pohon enau itu tapi jangan berdekatan dengan tanaman adikmu , kata sang ayah kepada Dolo, “ baik ayah" kata Dolo. Lalu Dolo dan adiknya Dudo bergegas menanam jeruk itu,  mereka menanam jeruk bali itu berjarak 20 meter , Dolo sangat yakin kalo tanamannya akan menghasilkan buah dan rasa yang manis dari tanaman adiknya. 
     Waktu demi waktu berlalu , tanaman mereka semakin tubuh besar. Dolo pun sudah melihat tanamannya yang semakin hari semakin besar namun tak kalah dengan adiknya punya , tanaman Dudo lebih dulu berbuah. 
     
    Ketika itu Dudo (si adik) tidak terlalu mementingkan tanamannya dan ia cuek saja. Sedangkan  Dolo yang merasa tanamannya tidak menghasilkan buah, ia pun hendak menukar tanamannya dengan tanaman adiknya, ia mengatakan pada adiknya “ Dudo tanaman kamu kenapa tidak berbuah juga sedangkan tanaman aku sudah memiliki banyak buah sambil menunjuk tanaman adiknya, karena ia berpikir adiknya tidak akan mengingat tanamannya karena dulu ia masi sangat kecil “masa sih kak"  kata Dudo sambil berjalan , Dudo merasa kalo tanamannya itu adalah yang sebelah kiri tapi agak binggung juga karena sudah lama ia tidak melihat tanamannya itu agak binggung iapun tak peduli lagi dengan nada sedih iapun berkata “ kak, boleh aku mencoba buah jeruk kakak jika sudah masak nanti “ Dolo berkata "boleh saja dek tapi ingat kamu hanya boleh memetiknya se ijin aku"  kata sang kakak   “baiklah kak” lalu Dudo pun meninggalkan tempat mereka berbincang-bincang. 
    
    Beberapa bulan kemudian Dudo berlari bergegas menghampiri kakaknya sambil ngos-ngosan ia berkata “kak lihatlah pohon jerukku sudah berbuah , buahnya banyak kak, dan tidak kalah buah jeruk kakak, mari kak lihatlah “ mereka pun pergi melihat pohon jeruk itu dan Dolo sangat kaget karena jeruk yang sebenarnya dia yang menanamnya kini sudah berbuah dan sangat lebat buahnya, lalu iapun cemberut karena buah jeruknya yang sebenarnya adiknya punya  kurang banyak buahnya dari punya adiknya rasanya buah jeruknya juga agak masam manis  sangat tidak terduga dalam pikirannya kalau buah jeruk itu agak asam , haripun berlalu saat ia hendak melihat jeruk adiknya, Dolo segera  memetik satu buah jeruk adiknya yang sudah matang  dan ketika ia memakannya iapun sangat terkejut karena buah jeruk itu sangat manis rasanya, timbullah penyesalan dalam hatinya mengapa ia dulu tidak sabar menunggu buah jeruknya berbuah sehingga iapun menukar  pohon jeruk milik adiknya dengan hasil tanamannya sendiri.  Ia lalu menemui ayahnya sambil membawa buah jeruk dan mengatakan “ ayah lihatlah buah jeruk yang saya tanam rasanya sangat manis, apa ayah mau memakannya” sang ayahpun mencoba dan benar buah jeruk itu manis dan isinya lebih banyak kandungan airnya, lalu ayahnya berkata” anakku kamu punya bakat menanam”  lalu bagaimana dengan jeruk adikmu “ lalu Dolo berkata “ buah jeruk Dudo asam ayah dan juga agak kecil buahnya” lalu ayahnya berkata “ baiklah nak kita tunggu adikmu sepulang dari sekolah kita sama-sama melihat langsung kepohonnya “ kata sang ayah. 
    
       Dolo pun tak sabar menunggu adiknya , dari jauh ia melihat adiknya berjalan iapun memanggil ayahnya “ ayah lihatlah dudo sudah pulang”  saat itu juga Dudo, Dolo dan ayahnya pergi melihat buah jeruk mereka , sang ayah pun bertanya yang mana tanaman kamu Dudo lalu Dolo sang kakak menunjuk dan berkata”yang sebelah kiri itu milik Dudo ayah dan sebelah kanan itu milikku” yang tadinya dia akui tanamannya, lalu sang adik berkata “ bukan, itu tanamanku ayah, itu bukan milik kak Dolo, karena punya kakak yang lebih dulu berbuah, “ ayah Dudo bohong itu tanamanku buahnya manis dan besar, merek saling berebut dan akhirnya Dudo mengalah dari kakaknya. Dengan sabar iapun mengatakan kepada ayahnya , ayah memang tanaman ini harus beda rasanya karena jika sama maka kami akan bosan memakannya. Jadi punya kakaklah yang manis rasanya.

Sekian n terimakasih < silahkan ambil hikmahnya,,,, dr cerpen diatas.





by :ea lisnawati
Reactions:
Categories: ,

5 komentar:

  1. Hihihi dolo dan dudo lucu banget namanya ya ea :)hikmahnya jgn serakah ya ga;p terus kamu anak farmasi ya, sebagian isinya ttg kandungan obat ;p

    BalasHapus
  2. Hmmm.. boleh saran nih mbak.. ada lebih manis kayaknya jika cerpennya dikasih paragraf.. Sayang loh padahal bagus cerpennya

    salam kenal ya

    BalasHapus
  3. mas lozz thankyou, oke makasih sarannya mas ya emang itu nulisx buru2 jd kurang memperhatikan , akan segerah d rubah hehe

    BalasHapus
  4. trima kasih atas permintaan link exchange yang dibuat di http://cinikironk.blogspot.com, permintaan anda telah disetujui, harap memasang link blogrool nya di blog ini, masa review selama seminggu untuk memasang linknya, jika dalam batas tertentu tidak dipasang, maka dengan terpaksa link nya di cabut, mohon maaf atas keterlambatannya...

    Jazakallahu khairan katsiran...

    BalasHapus

Warung blogger