Minggu, 05 Mei 2013




          Rasa Cinta yang seketika datang, setelah penantian panjangku saat mengakhiri kisah dengan seorang mantanku dulu, akan ada peperangan hati yang terjadi  lagi dan lagi . Benar kali ini bukan peperangan antara hati dan pikiranku saja, namun lebih dari itu , ini peperangan antara 3 hati, aku, kamu dan dia.....

Kini aku jatuh cinta lagi, jatuh cinta pada seseorang yang jauh disana dan berbeda suku pula. Tentunya impianku adalah bertemu dengannya, aku akan mengejar cinta sejatiku di seberang sana tepatnya di pulau Sumatera di kota Padang tempat dia berada sekarang.

    Awal berkenalan lewat dunia maya  seminggu yang lalu ternyata menyimpan sebuah cerita cinta bagi kami, dalam waktu yang singkat itu mampu menumbuhkan benih-benih cinta walau hanya sekedar LDR di dunia maya.

    Memang semua hanyalah fiksi belaka menurutku, namun aku merasa cocok dengannya, semua terasa indah dan semakin membuatku terhanyut dengan kata-kata dan rayuan manis hingga membuat puing-puing cintaku yang pernah pecah kini mulai menyatu kembali, saat itu pula aku tak pernah menyadari  kalau aku ini hanyalah "alat" untuknya. 


Flashback

             Singkat cerita waktu itu aku sedang membuka-buka akun orang dan aku melihatnya sekilas seperti wajah mantanku, aku langsung mengirim pertemanan padanya dan saat itu pula ia menerima konfirmasiku, lalu kami chatingan dan mulai berkenalan, bercanda hingga kami saling sayang-sayangan di inbox. Seminggu sudah kami jadian dan kami jalani dengan bahagia.

      Tepat pukul 22.00 WIT saat aku sedang sibuk mengetik proposal tiba-tiba handphone berdering, awalnya aku enggan untuk mengangkatnya karena nomor baru, setelah dua kali berdering dengan nomor yang sama aku harus mengangkatnya karena aku rasa ada hal yang penting (maklum selama ini aku paling malas angkat nomor baru), dari seberang sana terdengar suara cewek “Halo, kamu ini siapa? “ lalu aku bertanya balik 'lo mbak ini yang siapa, sembari marah-marah dia ngomong lagi, “kamu kan yang sms sayang-sayang di nomornya pacarku,” aku langsung kaget dan bertanya “pacar kamu siapa , dia jawab  agus , dia yang di facebook namanya p..(maaf nama ini privasi ya pembaca), aku langsung menghela  napas dengan nada lembut aku jawab, oohh itu, iya emang aku sama dia teman di facebook , dia tanya lagi "kamu tinggal dimana", aku jawab "lho pacar kamu bilangnya aku tinggal dimana", dia jawab, "kata pacarku kamu tinggal di kalimantan, sambil senyum-senyum aku jawab 'ia aku di kalimantan tepatnya di balik papan , memangnya kenapa ya mbak," jawabku ," kamu tau siapa saya, saya pacarnya , kamu kenapa sms sayang-sayang sama pacar saya memangnya kamu itu tidak punya malu, rebut pacar orang". Dengan penuh sabar aku jawab: "lho pacar kamu aja yang mau sama aku, dia juga statusnya lajang ko, lagian dia gak pernah bilang dia punya cewek," jawabku, dengan tambah marah dia menjawab "ya memangnya kamu lihat dia disini,kamu orang jauhkan, disini semua orang tau saya pacarnya, kamu itu gk punya malu ya, gak usa lagi ganggu pacar orang". Hmm dengan sedih aku berusaha tenang aku jawab. "ia mbak tapi di jaga dong pacarnya jangan sampai ke cantol lagi ma saya atau cewek lainnya, mungkin mbak juga punya salah sama dia makanya dia begitu, ya sudah mbak saya sibuk , assalamu alaikum"

      Dengan kesal aku menutup telponnya. Aku mulai benci sama cowok itu yang selama ini membuatku merasa bahagia nyaman dan semangat tenyata milik orang, aku merasa cewek paling bodoh di dunia ini,  mengapa harus jatuh cinta padanya, cinta memang membawa kita menjadi orang bodoh . Bosku yang kebetulan di sampingku sembari senyum-senyum dia menyapaku "kenapa Lin, km habis di labrak lewat telpon ya, sama pacarnya , aku langsung jawab “ia bu, tapi aku uda janji gak akan ganggu dia lagi”, “kamu yang sabar ya, begitulah laki-laki , kamu gak usa sedih pasti akan dapat yang lebih baik", kata bosku yang sementara nonton tv di sampingku.

   Setelah kejadian itu, aku melihat statusnya sudah bertunangan dengan orang lain ahh dasar memang dia bukan cowok yang punya komitmen seperti yang aku harapkan rata-rata sama sifat buaya daratnya,.

     Aku diam beberapa hari dengan rasa sedih, aku tahan semua rasa kangen untuk menyapa dia walau sebenarnya dia merasa aku cuekin , karena beberapa kali dia kirim pesan tapi aku tidak membalasnya. Saat pesannya yang terakhir aku enggak tenang dan aku coba membalasnya dan disitulah curhat dari hati ke hati di mulai , 

inilah pesan di inbox kami: 

dari dia : kenapa kamu sombong sekarang

dari aku : hmm...

dari dia ; kenapa kok kamu berubah mendadak

dari aku : gak kenapa-kenapa sibuk aja

dari dia : ooh makasih ya uda cuek ma aku

dari aku : makasih juga ya , cewek kamu uda nelpon kesini

dari dia : what ? , ciapa itu?

disini aku tidak membalasnya lalu dia kirim inbox lagi 

dari dia :  "maaf y klau aq ngngu hdup mu..-
jjur y org yg nlvon qm it adalah MANTAN qu.

dari aku :  hmm jgn boong hax krn cinta, bohong it dosa, dosa lbh berat dr cinta

dari dia :  buat apa aq bong klau hnya buat ykini qm aja musthil it.
UP TO YOU aja

disini aku malas lagi balas inbox dia soalnya nada bicara agak bikin males

 ke esokan malamnya inbox dari dia : mlm cinto..?

dari aku :  hmm...

dari dia lagi : hahaha cmbongnyaaa,!

dari aku :  jd aku hrs gmn, gg mgkin q trs menggangumu yg sdh bhgia dgn org lain

dari dia ;  hahaha so swiit,
yg nlvon qm tu bkan tungan d fb qu tpi emank mantan lma aq,,?

dari aku :  apa beda, gk ad yg beda skrg hidupmu bahgia , dan sy senang km bahagia

dari dia : tpi klau aq synk qm gemna?

dari aku :  itu gg mungkin, soal prasaan ky gitu itu biasa, lam2 jg qm kan ttp milih yg dekat d smpingmu

dari dia :  enk aja blng dkat hmpir sma jaunya sma qm,.
tpi aq ngk tau siapa yg bner2 ada untk qu bsoknya-

dari aku :  hmm hidupmu pilihanmu,, semua di gengamanmu, tinggl gmn cr meraihx atau melepaskn, klo gk serius smua kn sia2

dari dia :  ea it emank,- tpi qm ngk bolh cuek dong ma qu..
kngen tau..

dari aku :  Itukah mantan u yg namaya vera (samaran)

dari dia :  ea cynk,!

dari aku:  manis anakx, st tempt ya m u

dari dia :  mm, tpi mnis qm lge say,,-
ngk dia org riau..

dari aku :  mm, tp np bs dapt noq wkt tu

dari dia :  ea pas d kmpus kmren tman aq pke hp aq, ngk taunya dia pke breng ma dia, pas aq ngk ngpus sms dri qm,-
ea mkin d sna dia liat..

dari aku :  oohhh gitu, dia ms mghrpknmu, knp bs puts kalian

dari dia :  yg mesrah donk synk, nanyanya!.
ngk pkek kalian.

dari aku :  hmm.. yea napa yank ko bisa putus

dari dia :  krna mrsa ngk co2k aja ynk, sifatnya ngk bgus nrut aq,.

        Semenjak itu kami semakin akrab lagi dengan berjuta rasa cinta mengantarkan kami pada canda tawa yang indah dan bahagia, hingga suatu malam dia minta aku telvon ke nomornya dan saat itu aku berusaha pergi mengisi pulsa karna akupun kangen mendengar suaranya seperti dulu, tapi siapa sangka , malam itu saat di tengah perbincangan kami dia menyeruhku berhenti dulu berbicara dan ternyata pacarnya / mantannya datang di tempatnya dan mantannya itu mengirimi aku pesan singkat yang isinya" kamu telponan sama pacarku ya...

  Entah siapa yang melaporkan disana sampai ia tahu kalau kami sedang telponan ,dengan menghela napas aku menelpon cewek itu, halo, ia aku telponan sama dia, memangnya kenapa kamu kan mantannya, jadi wajar dong dia mencari kekasih baru”, dia jawab aku ini istirinya, kalau tidak percaya tanya kakaknya disini, aku langsung jawab “gak mungkin kamu istirinya kalian belum menikah,” lalu iapun menjawab “kalau saya memang istirinya memangnya kenapa, lalu apa artinya kamu telpon-telpon dia, kamu itu sudah berjanji sama saya tidak ganggu suamiku tapi kamu bohong kamu itu perempuan kurang ajar,”. 

      Dengan sabar aku mendengarkan caci-maki si Vera dari seberang sana, karena aku yakin cowoknya sangat tertekan disana dan aku mulai mencoba meredahkan nada bicaranya yang semakin emosi tingkat tinggi dengan segala kemampuan dan gaya bahasaku yang lembut akhirnya amarahnya pun sedikit,redah. Aku mengakhiri telponku namun mungkin ia belum puas ia lalu menelponku kembali dan kali ini ternyata sambung tiga akupun langsung pening mendengar ada dua suara dari seberang sana, aku diam sejenak mendengar mereka halo-halo dari seberang sana , lalu aku mencoba menjawabnya "ia halo juga ada apa", ceweknya lalu bicara "ini pacarku mau bicara", lalu cowok itupun bicara " Lin, maaf ya , banyak orang yang sirik dengan kebahagiaan kita, jadi lebih baik kita putus, aku gak akan hubungi kamu lagi dan juga hubungi Vera(mantannya itu,samaran) , aku lalu menahan sedih dan air mataku aku mulai merasa kalo aku hanyalah sebagai alat untuk membuat pacarnya cemburu di depannya, dia hanya ingin balas dendam pada ceweknya yang katanya dia yang duluan selingkuh di belakang kekasihnya, aku sangat sedih, namun aku berusaha tegar dan aku lalu menjawabnya dengan nada tegar, "kita kan tidak pacaran kenapa harus putus, aku juga cuma bantu kamu kok supaya kamu dan pacarmu bisa balikan lagi, aku tau kamu cuma ingin balas dendam kan sama cewekmu", lalu ceweknya pun bicara banyak dari seberang sana sampai telingaku panas rasanya darahku seperti sedang berjalan naik ke ubun-ubunku aku tak tahan lagi, hanya bisa memberi mereka pesan-pesan agar saling menjaga jaangan saling menyakiti dan akupun menutup telpon mereka.


   arrrgghh....aku marah padamu, ya aku marah padamu, katamu itu mantanmu, kenapa kamu tidak tegas apa karna dia lebih dekat denganmu hingga kamu lebih memilih dia, kamu masi mencintainya kan, kamu bohong kalau kamu bilang tidak lalu kau harus membuatku menjadi orang munafik, munafik untuk mengikhlaskan mu dengannya. Hatiku mengerutu sendiri dan mencoba mencari ketenangan.


     Kini aku kehilangan Bulanku lagi , aku kehilangan impianku untuk mengapai bulan, bulan yang mampu menerangiku, bulan yang aku anggap mampu menyinari malam-malam sepiku, namun ternyata kini bulan telah kembali keperaduannya, aku tak bisa melarang dan aku tak bisa menghentikan biarlah bulan pergi, seiring waktu akupun pasti akan menemukan bulan yang lebih terang, lebih abadi menyinariku, selamat tinggal bulanku semoga engkau bahagia bersama pilihan hatimu, aku akan mendoakanmu selalu agar engkau bahagia.


     Aku menangis dalam kesendirianku, aku menutup pintu kamarku, aku mengambil handset dan memutar musik di telingaku keras-keras, lagu yang ku dengarkan sesuai dengan suasana hatiku yang berada pada kegalauan tingkat tinggi, akupun menangis dan menangis hingga tak terasa aku terlelap tidur.




Reactions:

8 komentar:

  1. nangis boleh kok, asal ga sering aja, nanti bengkak matanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe ia mbak gg sering kok , mksih ya,,, ^_^

      Hapus
    2. sekarang masih menangis apa udah selesai mbak?

      Hapus
    3. Hehehe alhamdulillah Sekarang uda gg mas, uda selesai ^_^

      Hapus
  2. jadi ini cerita nyata?
    wuuh.. aku jadi mempunyai pandangan negatif tentang sosok laki-laki di postingan ini..

    Semangat, kak! :)
    ada seseorang yang benar-benar akan ada untukmu. aku yakin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe ea dek, AMin ,Makasih Ya,, ^_^

      Hapus
  3. Buat pelajarn hidup aja mbak..

    Mencari laki2 yang baik haru dari dan dengan cara yg baik juga..

    Sebelum bertemu jangan mudah menyerahkan hati..

    Tetep Semangat Ya :-b

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak.. makasih nasehatnya, :)

      Hapus

Warung blogger