Jumat, 24 Januari 2014

Yang didarat senang memainkan ombak
Menyusuri ombak demi ombak berdeburan lembut di pantai
Kondisi cuaca yang menyingkapkan harapan dan pengharapan
Bersama sinar sunlight yang menyingkap petang

Mereka yang berdiri memainkan selancar
Mengarungi ombak demi ombak
Pada pandangan yang ada
kemampuan ombak memecah
Perasaan campuk aduk antara tertarik dan takut

Akankah guncangan yang kuat dan mengejutkan
pada pertemuan ombak tak terduga
membuat selancar hilang, mengapung
Ataukah bertahan 

Akankah kesenangan belaka
Seolah-olah sebuah jendela telah terbuka
Kedunia yang tak terbayangkan....
Ombak nampak melupakan kenyataan ini
Ketika membuat keputusan
Ombak tak berwujud, seperti kekuasaan tak terbatas
 

Nelayan, pelaut dan beberapa kisah sedih
Dimainkan seolah menjadi teman lama
Ombak demi ombak adalah
Sebuah rumah simpang siur tak terhenti

Serupa dengan hidup tak ada yang dapat merubah takdir
Tak ada yang dapat menghentikan masalah
Selain pada Tuhan yang agung.





By : EA LISNAWATI








Reactions:
Categories:

2 komentar:

  1. Hai Ea, senang berpuisi juga ya ternyata. Keep writing. Salam puisi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyya mbak salam puisi juga :) makasih udah mampir ya

      Hapus

Warung blogger