Rabu, 22 Mei 2013

Selama hampir empat tahun, ini kali pertamanya my father mengunjungiku di makssar. senang memang ia, bahagia memang ia, tapi ngerinya papa tidak ngomong-ngomong dulu baru datang.

 *******

Berdering Hanphone, aku pikir alarm, karna sama bunyi ringtonya, aku lanjutkan tidur, bunyi tak kunjung usai, malas itu rasanya, ngantuk itu terasa sangat berat, meraba-raba tanganku ke samping mata sayupku melirik, papa memanggil, aku tersentak tidak biasanya aku di telpon pagi-pagi begini biasanya aku yang menelpon, lalu aku angkat secepatnya dan pura-pura menyegarkan suara agar tak ketahuan kalau masi tidur pada jam segini.

'Halo assalamu alaikum, pa' kenapa ya?'
 'Halo lisna, jemput bapak sebentar di terminal dayak ya, bapak sudah di jalan'
'Ohh ya, oe pak' sekarang sudah dimana'
'masi di toraja baru-baru cari tiket, tiba dari palu langsung sambung ke makassar'
oohh iya, jam 4 biasanya tiba disini, oke pa nanti saya jemput. jangan lupa makan di jalan ya, '
'Iya


Tuuuttt,,, hanphone mati, aku langsung panik, gimana tidak aku baru sadar ku pandangi sekitarku, ohh baju, buku-buku, kertas, piring kotor semua di lantai hampir menyatu, bukan malas tapi dari kemarin-kemarin kesibukan tak pernah berhenti, di kampus, cari materi, konsul di pembimbing, uda gitu pulang di kos langsung tepar, kadang habis mandi langsung tidur sebentar bangun sholat, ngehaafal, buka laptop, jadi kamar belum sempat, bukan malas, ahh papa beliau orangnya sedikit pemarah kalau lihat anak perempuannya tidak rapih, apalagi jorok, aku kenal benar papa gimana kalau muncul pastikan penilaiannya negatif thinking Ahh aku ngantuk tapi sebentar saja waktu tersisa untukku, sebentar lagi aku harus ikuti seminarnya temanku, tentunya aku panik baju belum di setrika, masi berserakan di keranjang, lemari berantakan ,ahh sebentar saja waktu terisa untukku, apa aku bisa menyelesaikan ini dalam waktu yang singkat ini, aku panik memulainya dari mana, aku mulai dari mengangkat baju kotor, mencuucinya, segera,lalupiring kotor, lalu melipat semua baju-baju di lemari, merapikan buku-bukuku, segera mengepel lantai, aku kewalahan. Lirik jam dinding hampir jam satu, wah sudah hampir jam seminar jam satu siang, secepatnya aku bergegas mandi, sholat, lalu bersiap-bersiap, sampai di kampus alhamulillah seminar masi aku dapat. Aku duduk menghela napas panjang, tertawa sendiri sambil memandang orang-orang. Ahh... senangnya sebentar lagi papa datang, tapi lucunya kok gak kasi kabar dari jauh-jauh harii. diam-diam papa merencanakan juga mau nengok anakny. hmmm makasih papa aku senang papa bisa datang.
Jam empat usai seminar go to terminal. ya semoga seminarnya cepat kelar amin.
Reactions:
Categories:

2 komentar:

  1. :-s kebayang deh paniknya gimana.... ck...ck.. anak gadis ni pasti... he2

    BalasHapus
    Balasan
    1. HA..HA.. biasanya nak gadis itu rajin ya mbak.. :d

      Hapus

Warung blogger