Rabu, 05 Juni 2013


Pandanglah malam ini
Sebab beginilah dan inilah hidup
Jangan menyesal
Dalam jangkanya yang singkat ini
Terletak semua kenyataan dan kebenaran

Kebahagiaan dalam perjalananmu
Kedukaan dalam perjalananmu
Kemuliaan dalam perbuatanmu
dan kemegahan dalam karyamu

Sebab kemarin hanyalah mimpi
dan hari esok hanyalah bayangan
Kenyataan yang sesungguhnya adalah hari ini
yang menjadikan hari kemarin adalah mimpi yang bahagia

Jam 23.59 batas antara hari kemarin dan hari esok
Berpisahnya waktu menjadi mimpi indah dan bayangan yang berpengharapan
inilah detik- detik hidup yang benar-benar hidup

Semaikanlah hari esokmu dengan harapan yang indah
Penuhi waktumu dengan kenangan manis
Sambutlah dengan senyum tiap detik-detik hidup
Inilah Salam kepada Mentari......




By : 

Ea Lisnawati

Puisi sederhana ini sengaja ku cipta karena mengenang masa kecilku saat bersama almarhum nenek di toraja, dikala pagi-pagi buta aku duduk di teras sambil memakai selimut dan memandang mentari yang muncul tepat di depan mataku. semua masi teras hangat di ingatanku. :)

Referensi image :http://warihfirdausi.blogspot.com/2011_01_01_archive.html






Reactions:
Categories:

6 komentar:

  1. wah penyuka fiksi.. kerenn ikutan GA ku y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadiahnya menarik umi Hana, insya Allah aku ikut,

      Hapus
  2. masuk sini kehujanan bintang, nice poem, i like it :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bintang yang bertaburan mbak hehehe ^_^ thanks

      Hapus
  3. wahhh puisi yang amat indah!!

    BalasHapus

Warung blogger